
Gadis kecil hanya ingin jadi gadis kecil yang selalu dimanja, gadis kecil yang sering dipuji banyak orang karena kecerdasaanya, kelincahan gadis kecil membuat semua orang kagum padanya, gadis kecil yang mendapatkan belaian ketika menjelang tidur, gadis kecil yang selalu penuh dengan impian besar, gadis kecil yang selalu disayang dan apa yang diinginkannya selalu dia dapatkan. Tapi Tuhan telah merampas semuanya dari gadis kecil. Gadis kecil membenci Tuhan karena gadis kecil merasa bahwa Tuhan tidak adil. Tuhan telah merampas segala-galanya darinya. Gadis kecil telah kehilangan semua milik dan kebahagiaannya. Gadis kecil benci Tuhan, gadis kecil selalu kehilangan orang-orang yang ia sayangi. Walaupun Gadis kecil hidup dalam keramaian tapi ia sendiri merasakan kesepian yang sangat luar biasa. Begitu banyak teman tapi mereka tidak satupun yang bisa memahaminya.
“Tak ada yang dapat menolongku, tak ada satupun yang dapat membuatku tersenyum kemblil”…………...
Gadis kecil hanya ingin mencari kebahagiaan yang telah direnggut oleh Tuhan, tapi gadis kecil selalu menemukan penderitaan. Tuhan sungguh tak adil, kenapa orang yang lebih buruk darinya selalu diberi kebahagiaan? Gadis kecil iri pada mereka. Tuhan pernah berjanji jika kita memohon pertolonganNya, pasti Tuhan akan selalu ada untuk kita. Tapi bagi gadis kecil Tuhan tak pernah ada, gadis kecil selalu memohon pada Tuhan untuk meminta keridhoan dan pertolongan keluar dari derita………semuanya hanya omongkosong bagi gadis kecil.
“Tuhan telah membohongiku, Tuhan tidak pernah membantuku dalam mengatasi semua kesulitan. Tuhan hanya membuatku menangis. Haruskah aku percaya Tuhan itu akan membantunku?”
Dan gadis kecil hanyalah gadis kecil yang merintih dengan sebuah kebencian. Gadis kecil itu benci kenapa ia dilahirkan hanya merasakan kesakitan, ia benci kenapa ia selalu mengalami peristiwa menyedihkan dalam hidupnya, ia benci kenapa hidup dipenuhi dengan air mata dan gadis kecil itu semakin benci kenapa didunia ini ada kehidupan yang sangat menyenggsarakannya. Baginya kebahagiaan tak layak untuknya karena Tuhan tidak pernah memberikan untuknya.
“Kemanakah kebahagiaan itu?lalu Tuhan memberikan kepada siapa?kenapa Tuhan tidak memberikan untukku?”
Namun, sebuah peristiwa telah menyadarkan gadis kecil, peristiwa yang meruntuhkan pikirannya tentang Tuhan selama ini. Peristiwa mengetuk pintu hatinya untuk menyadari kesalahannya tentang Tuhan.
“Tuhan tidak membuatku selamanya jatuh kedalam kesesatan” sebuah jeritan dihati gadis kecil itu, air mata membasahi pipinya yang dipenuhi lesung pipi. Sebab, Gadis kecil itu kini tumbuh menjadi, seorang wanita yang penuh dengan kekayaan hati, seorang wanita yang menjadi panutat bagi kaumnya, seorang wanita yang banyak dikagumin orang karena kecantikan hatinya, seorang wanita yang disegani para kaum adam karena menjadi wanita yang suci. Ternyata gadis kecil salah telah membenci Tuhan, gadis kecil sungguh begitu tersesat kalau saja Tuhan tidak menyadarinya, tidak membuka jiwanya yang telah mati. Inilah salah satu tanda kebesaran Tuhan, Tuhan masih menyayangi gadis kecil. Tuhan tidak membiarkan selamanya gadis kecil masuk kedalam kesesatan atas kebenciannya. Dulu gadis kecil pernah berkata “tak ada yang dapat menolongku”, tapi hanya Tuhanlah yang dapat menolongnya. Terimakasih Tuhan atas segalanya yang kau berikan pada gadis kecil, tanpa cobaan gadis kecil tidak akan kuat, tanpa derita gadis kecil tidak akan menjadi wanita seperti saat ini. Kini gadis kecil ini berubah menjadi wanita yang luar biasa. Gadis kecil belajar dari kehidupannya yang dulu kelam……………Tuhan tidak pernah memberikan apa yang gadis kecil inginkan akan tetapi Tuhan memberikan apa yang dibutuhkan gadis kecil.
S.Khodijah, penulis adalah Alumnus Mahasiswa Unesa Bahasa dan Seni dan sekaligus pernah menjadi Pemimpin Umum Majalah Widyawara Unesa.
